Header Ads

Kisah Si Kan dan Si Kir

Sebuah kerajaan Anatomi adalah sebuah kerajaan makmur dimana raja dan rakyat adalah satu kesatuan utuh. Kerjaan ini dipimpin seorang raja bernama Baginda Otak, kemudian seorang bijaksana yang selalu mendampingi baginda adalah penasehat raja Pak Hati.

Suatu hari si Kir (tangan kiri) sedang dilanda musibah, sehingga tanganya putus terkena mesin potong kertas. Begitulah pada saat kerajaan Anatomi kebelakang untuk pup, si Kir merasa tak berdaya dan meminta tolong kepada Si Kan untuk menggantikan tugas nya "membersihkan".

"Ih, menjijikan tugasmu ini Kir" si Kan sambil melakukan "tugas" nya.

"Yah, gimana lagi memang sudah suratan takdir..." jawab si Kir sambil menarik nafas panjang.

Walaupun agak ribet, tapi selesai juga tugas si Kan ini. Selama hapir seminggu si Kan akhirnya harus melakukan semua tugan Si Kir.

Di hari ke delapan Si Kan mengadukan hal ini pada penasehat raja Pak hati, seperti biasa, Pak Hati memberikan pencerahan,

"Begitulah Kan, kita bisa menghargai orang, merasakan betapa rindu kita, betapa kehilangan kita, jika orang itu sudah hilang dari kehidupan kita. Padahal pada saat masih bersama, jarang sekali kita menghargai, menyayangi dan memberikan kasih sayang kita kepadanya. Begitulah Kan, Betapa kita harus mensyukuri apapun yang kita miliki saat ini, karena semua itu fana Kan, semua itu bisa dengan tiba tiba direnggut oleh Sang Pemilik Segala Sesuatu. Sayangilah, kasihilah, hargailah karena kamu tak akan tahu sampai kapan kamu akan bersama mereka yang kamu kasihi..."

Si Kan hanya tertunduk malu, masih jelas diingatannya betapa seringnya dia mencemooh si Kir karena semua tugasnya adalah lebih buruk, Selama ini Kan selalu menganggap bahwa dia lebih baik dari Kir. Padahal Kir pun ternyata melakukan tugas waalupun menjijikan, tapi dia melakukannya dengan ikhlas dan penuh syukur. Sadarlah Kan, bahwa semua pekerjaan adalah mulia jika didasari oleh keikhlasan. Sadarlah Kan bahwa begitu berharga dan berartinya Kir untuk dirinya...

Betapa sering kita menyiakan apa yang ada didepan kita, berapa kali kita menyakiti orang tersayang, yang mungkin besok, lusa atau kapan akan diambil Oleh Sang Pemilik Segala Sesuatu...

Jangan tunggu sampai mereka "pergi", cintailah, kasihilah, sayangilah sepenuh hati, apapun yang engkau miliki saat ini, saat semuanya masih dalam pelukan, masih dalam genggaman... Jangan nanti, tapi sekarang....




media-dakwah@yahoogroups.com

No comments

Powered by Blogger.